Potret Pertumbuhan Ekonomi Kukar pada Periode 2018-2022

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kukar, Nur Wahid. (BA Indonesia/J-Steel)

BAINDONESIA.CO – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak tahun 2018 hingga 2022 mengalami pasang surut seiring pengaruh berbagai kondisi sosial ekonomi yang mengiringinya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kukar, Nur Wahid menjelaskan, pada tahun 2018 perekonomian Kukar tumbuh 2,16 persen (year on year/yoy).

Kemudian pada tahun 2019 tumbuh 3,92 persen (yoy). Pandemi Covid-19 menghantam sendi-sendi perekonomian Kukar, sehingga mengalami kontraksi 4,21 persen (yoy).

Tahun berikutnya, perekonomian Kukar kembali tumbuh positif 2,68 persen (yoy) serta tahun 2022 mencapai 3,71 persen (yoy).

Wahid menyebut sektor pertambangan dan galian mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan peningkatan produksi perusahaan nasional dan lokal selama periode 2018-2022.

Menurut dia, kondisi demikian mencerminkan keberhasilan pemerintah, pelaku ekonomi lokal, dan perusahaan-perusahaan nasional untuk mendorong pembangunan sektor-sektor kunci di Kukar.

Salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertambangan dan galian.

Dalam empat tahun terakhir, lanjut Wahid, investasi yang masuk ke sektor ini meningkat pesat, sehingga mendorong peningkatan produksi serta membuka lapangan kerja.

Ia mengungkapkan bahwa sektor pertanian juga turut berperan dalam menggerakkan ekonomi Kukar. Peningkatan produktivitas pertanian dan diversifikasi produk pertanian telah berhasil menciptakan nilai tambah serta memberikan dampak positif bagi para petani lokal.

Selain itu, sektor pariwisata menjadi salah satu katalisator penting dalam meningkatkan pendapatan daerah. Upaya promosi dan pembangunan infrastruktur pariwisata telah berhasil menarik wisatawan baik lokal maupun internasional, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui sektor tersebut.

“Sejauh ini yang masih memberi pengaruh besar untuk wilayah Kukar itu sendiri yaitu di bidang pertambangan, disusul oleh sektor pertanian,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Kukar juga tercermin lewat indikator lain seperti peningkatan pendapatan per kapita dan penurunan tingkat pengangguran.

Data BPS Kukar menunjukkan bahwa masyarakat Kukar merasakan dampak positif atas pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Meskipun capaian positif tercatat dalam empat tahun terakhir, BPS Kukar tetap menyoroti beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Kukar.

Tantangan tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, dan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tertentu. (jt/um)

Berita
Lainnya