BAINDONESIA.CO — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Kalimantan Timur Sayid Thoriq Assegaff menekankan pentingnya percepatan kaderisasi dalam tubuh organisasi ABI, khususnya struktur kepemimpinan di tingkat daerah.
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan yang dibacakan perwakilan DPW ABI Kaltim Adi Rahmat Hidayat dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-2 Pandu ABI Kaltim yang digelar di Gedung Graha Mex Cargo Balikpapan pada Minggu (8/6/2025).
Dalam sambutannya, Sayid Thoriq menggarisbawahi bahwa Muswil ini merupakan momen strategis, bukan hanya untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah berjalan, tetapi juga untuk menyusun langkah-langkah strategis organisasi di masa depan.
“Kegiatan ini juga menjadi ajang koordinasi dan konsolidasi organisasi agar semakin solid dalam meraih tujuan serta misi besar yang telah kita tetapkan bersama,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi penyelenggaraan Muswil ke-4 DPW ABI Kaltim yang digelar pada pekan sebelumnya.
Menurutnya, sejak DPW ABI Kaltim dikukuhkan pertama kali pada 2011, perjalanan panjang organisasi ini patut disyukuri dan menjadi refleksi atas dedikasi para pengurus.
Namun demikian, Sayid Thoriq menyoroti tantangan regenerasi kader. Saat ini, sekitar 70% pengurus DPW ABI Kaltim masih didominasi oleh kader berusia di atas 40 tahun.
“Kenyataan ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa sudah saatnya kita melakukan percepatan kaderisasi, khususnya dalam menyiapkan kader-kader Pandu untuk mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan ABI Kaltim di masa yang akan datang,” tegasnya.
Ia menyampaikan harapan besar terhadap para kader muda Pandu ABI yang hadir dalam Muswil kali ini.
Sayid Thoriq mendorong para kader Pandu ABI Kaltim menciptakan berbagai terobosan program kerja, terutama dalam penguatan sumber daya manusia.
“Kami berharap akan lahir kader-kader yang memiliki gairah (giroh) dan semangat (himmah) dalam menunaikan taklif organisasi, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang tangguh dengan penguasaan yang memadai terhadap ilmu keorganisasian, komunikasi publik, serta wawasan legal formal,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Sayid Thoriq mengajak seluruh peserta Muswil untuk terus menjaga niat dan semangat pengabdian, serta menjadikan setiap langkah perjuangan senantiasa berada dalam naungan dan bimbingan Imam Zaman.
Muswil ke-2 Pandu ABI Kaltim ini dihadiri oleh para pengurus dan kader Pandu ABI se-Kaltim.
Kegiatan ini diharapkannya menghasilkan rekomendasi serta kepengurusan baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan organisasi dan zaman.
“Tetap fokus, luruskan niat, dan selamat bermuswil,” tutupnya. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin









