Daya Serap Anggaran Disdikbud Kaltim Rendah, Salehuddin: Maksimalkan Waktu yang Tersisa

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin. (Istimewa)

BAINDONESIA.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dinilai memiliki daya serap yang rendah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2023. Hal ini mendapatkan kritikan keras oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin.

Salehuddin menyarankan agar Disdikbud Kaltim dapat memaksimalkan waktu yang tersisa dalam pengelolaan anggaran tersebut. Walaupun sudah meminta penjelasan terhadap minimnya capaian itu. Namun, tak menampik beberapa faktor kendala yang turut mempengaruhi kinerja OPD.

Politikus Golkar tersebut juga menjelaskan bahwa persoalan ini tidak terlepas dari ketidakmampuan dalam pengelolaan anggaran dan program yang sudah dirancang dan disetujui. Tentu jika ada sumber daya manusia (SDM) yang mampu maka tidak seharusnya Disdikbud Kaltim mengalami daya serap yang rendah dengan anggaran yang tinggi.

“Mohon maaf mesti saya sampaikan seperti ketidakmampuan SDM dalam mengelola program, karena ini merupakan salah satu yang harus diperhatikan,” kata Saleh.

Selain itu, dirinya menegaskan untuk menyikapi adanya capaian daya serap anggaran yang minim pada Disdikbud Kaltim ia berharap pimpinan OPD itu mampu melakukan beberapa terobosan agar akselerasi kinerja dapat terwujud dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2023 dan APBD yang akan datang.

“Kita harapkan pimpinan Disdikbud Kaltim mampu melakukan terobosan dengan waktu yang ada supaya anggaran yang tersedia dapat bermanfaat untuk pendidikan di Kaltim,” harap Saleh. (adv/rk/um)

Baca Juga:

Berita
Lainnya