Keuntungan Investasi Emas

Ilustrasi emas dari berbagai produsen di Indonesia. (AI ChatGBT)

BAINDONESIA.CO – Pernah enggak kamu mikir, “Kenapa emas bisa punya nilai? Padahal itu kan cuma logam biasa.” Kali ini kita bakal coba bahas intinya secara singkat.

Emas itu ideal banget dijadikan mata uang di zaman peradaban kuno karena sifat-sifatnya yang unik. Emas enggak bisa berkarat, jadi bisa disimpan puluhan bahkan ratusan tahun.

Selain itu, emas juga langka, sehingga nilainya stabil dan enggak gampang jatuh. Warnanya khas dan susah ditiru, serta bisa dilebur dan dicetak dengan mudah. Makanya, emas cocok dibuat jadi koin dan diberi identitas negara tertentu. Ia juga digunakan sebagai perhiasan dan persembahan.

Itulah alasan kenapa selama lebih dari 3.000 tahun emas jadi tolok ukur mata uang di berbagai peradaban: Eropa, Asia Tengah, Asia Timur, Timur Tengah, sampai Afrika. Akhirnya, sekitar abad ke-18 dan 19, emas dianggap kurang praktis untuk alat tukar. Berat, sulit dibawa, rawan dicuri, dan susah menilai kadar kemurniannya karena sudah banyak dicampur.

Akhirnya, dunia beralih ke mata uang fiat, lalu ke mata uang digital. Tapi sekarang pertanyaannya: apa emas masih punya nilai di era modern ini?

Tentu saja. Meskipun tidak lagi digunakan sebagai alat tukar sehari-hari (masak belanja di supermarket pakai emas?), emas tetap bernilai secara universal. Semua orang di dunia menghargainya sebagai komoditas dengan nilai ekonomi.

Nilai emas juga terus naik dalam jangka panjang karena dua alasan utama: kelangkaan dan permintaan yang terus meningkat seiring bertambahnya populasi. Karena emas terbatas, makin banyak orang yang ingin memilikinya, harga pun cenderung naik.

Makanya banyak yang bilang emas bisa jadi pelindung nilai kekayaan kita dari inflasi dan penurunan daya beli uang. Bahkan dalam jangka panjang, harga emas bisa mengimbangi atau melampaui kenaikan harga kebutuhan pokok.

Tapi emas bisa naik-turun? Ya, betul. Harga emas memang bisa naik turun dalam jangka pendek. Dan benar juga kalau ada jenis investasi lain yang terlihat lebih menguntungkan, seperti kripto, saham, reksa dana, atau properti. Tapi ingat: emas bukan untuk yang cari cuan besar dalam waktu singkat. Emas bukan tempatnya untuk mengejar profit ratusan persen.

Nilai emas bukan terletak pada potensi keuntungan tinggi, melainkan pada kestabilan dan keamanannya. Kamu mungkin pernah dengar orang rugi besar karena kripto atau saham, bahkan sampai bangkrut. Tapi pernah enggak kamu dengar ada orang bangkrut gara-gara beli emas? Hampir enggak pernah, kan?

Itulah kekuatan emas: bukan menjanjikan kekayaan instan, tapi menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, berlaku di mana pun di dunia, dan tahan terhadap perubahan zaman.

Sebelum beli emas, pikirkan hal ini dulu. Pertama, berapa lama kamu mau simpan emas? Idealnya, emas disimpan minimal 5 tahun. Kenapa? Karena harga emas biasanya naik secara signifikan dalam jangka panjang. Selain itu, ada yang namanya spread—selisih antara harga beli dan harga jual (buyback). Biasanya spread ini sekitar 10-15%. Jadi kalau kamu beli emas hari ini dan langsung jual besok, bisa rugi 10% langsung.

Contohnya, di tanggal 26 September 2023, harga emas di Lotus RC: Harga beli: Rp1.052.000/gram. Harga jual (buyback): Rp955.000/gram.

Jadi, beli pagi dan jual sore langsung rugi Rp 97.000 per gram. Karena itu, emas sebaiknya bukan untuk investasi jangka pendek.

Kalau kamu butuh menjual emas dengan harga lebih tinggi dari harga buyback, kamu bisa coba jual ke teman atau keluarga dengan harga negosiasi. Mereka dapat harga lebih murah dari toko, kamu dapat harga lebih tinggi dari buyback. Win-win.

Kedua, mau beli emas dari produsen apa dan berapa gram? Beberapa produsen emas terpercaya di Indonesia: Antam (milik negara), UBS (Untung Bersama Sejahtera), dan Lotus Archi (gabungan dari Arci Indonesia dan Lotus Lingga Pertama).

Dari ketiga produsen ini, hanya Antam dan Lotus Archi yang sudah menggunakan teknologi CertiAid untuk menjamin keaslian dan keamanan.

Semua produsen menjual emas murni 99,99%, dengan variasi berat mulai dari 0,1 gram sampai 100 gram. Semakin besar gramnya, semakin murah harga per gramnya. Contoh: 1 gram: Rp 1.055.000, 10 gram: Rp 10.070.000, dan 100 gram: Rp 99.900.000.

Tapi ada juga produsen yang kasih harga sama untuk semua berat, seperti Lotus Archi. Jadi kamu bisa bandingkan mana yang lebih menguntungkan.

Ketiga, pertimbangan harga dan buyback. Harga emas berbeda-beda di tiap produsen dan toko, tapi umumnya mengacu pada standar global seperti: LBMA (London Bullion Market Association) COMEX (AS), dan Antam (Indonesia).

Hati-hati kalau ada produsen jual emas dengan harga jauh lebih murah dari harga acuan—bisa jadi emas palsu atau kandungannya tidak murni.

Selain harga, pastikan juga produsen punya layanan buyback. Saat artikel ini ditulis, hanya Antam dan Lotus Archi yang punya layanan buyback resmi.

Contoh selisih: Lotus Archi: Beli Rp 1.052.000, buyback Rp955.000, dan spread Rp 97.000. Sementara Antam: Beli Rp 1.072.000, buyback Rp 952.000, dan spread Rp 120.000.

Artinya, spread di Lotus Archi lebih rendah, lebih menguntungkan untuk kamu.

Keempat, desain dan packaging. Kalau tujuan kamu untuk investasi, desain tidak terlalu penting. Tapi emas juga sering dijadikan hadiah. Makanya banyak produsen punya gift series yang temanya beragam—ulang tahun, anniversary, hari raya, sampai karakter kartun.

Biasanya gift series dijual dalam ukuran kecil, 0,5 atau 1 gram. Harganya memang lebih mahal dari versi standar karena desain dan kemasannya. Jadi kalau kamu beli emas untuk hadiah, pastikan kamu bandingkan harga dan selera desainnya.

Lotus Archi punya banyak pilihan desain menarik, seperti karakter Warner Bros, Harry Potter, sampai tema budaya Indonesia. (*)

Penulis & Editor: Ufqi Mubin

Baca Juga: