Momentum Hari Kesehatan Nasional, Reza Fachlevi Ajak Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. (Istimewa)

BAINDONESIA.CO – Pada Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November 2023, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mengajak semua pihak menggalakkan pola hidup sehat.

“Mari kita galakkan pola hidup sehat, baik secara jasmani dan rohani kita, serta bersama -sama menjaga kesehatan baik di lingkungan rumah, pekerjaan, fasilitas umum dan lainnya,” ajak dia dalam rilis resminya yang diterima media ini pada Senin (13/11/2023).

Pada momentum ini, politisi Gerindra tersebut berharap pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat semakin meningkat.

Ia juga mendorong pemerintah menciptakan pelayanan yang setara tanpa membedakan status sosial masyarakat.

“Apalagi kita lihat masih banyak perbedaan pelayanan di rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta,” sebutnya.

Dia juga berharap kesejahteraan tenaga kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Harapan tersebut disampaikannya di tengah perhatian pemerintah yang dinilainya masih sangat minim dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan.

“Perhatian pemerintah masih sangat minim, salah satunya uang jasa pelayanan,” tutupnya.

Diketahui, setiap 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Indonesia. Pada tahun 2023, Indonesia merayakan HKN ke-59.

Asal-usul HKN tidak lepas dari sebuah peristiwa penting di dunia kesehatan Tanah Air. Momen ini dirayakan untuk memperingati keberhasilan pemerintah RI dalam memberantas wabah malaria pada tahun 1950-an.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, HKN diperingati pertama kali pada 12 November 1964. Momen tersebut berkaitan dengan wabah malaria yang melanda Indonesia pada era 50-an.

Saat itu, malaria merenggut ratusan ribu nyawa masyarakat Indonesia. Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan usaha pembasmian malaria dengan membentuk Dinas Pembasmian Malaria pada tahun 1959.

Pembasmian malaria dilakukan dengan menggunakan obat baru, yaitu Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT). Penyemprotan obat tersebut dilakukan secara masal di rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali, dan Lampung.

Penyemprotan secara simbolis dilakukan oleh Ir. Soekarno selaku Presiden RI pada 12 November 1959 di Desa Kalasan, DI Yogyakarta.

Lima tahun setelah program penyemprotan berjalan, wabah malaria di Tanah Air mengalami penurunan yang signifikan.

Lebih kurang 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria. Sehingga untuk memperingati capaian tersebut, pada 12 November 1964 diperingati sebagai HKN pertama di Indonesia. (adv/um)

Berita
Lainnya