Iran Serang Pusat Energi Rezim Israel

Potret pusat energi Israel setelah diserang Iran. (Pos Aceh)

BAINDONESIA.CO – Gelombang kedua serangan rudal Iran dalam Operasi Janji Sejati 3, yang diluncurkan sebagai respons atas agresi militer rezim Zionis, berhasil mengenai berbagai target strategis di Wilayah Pendudukan Palestina.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr pada Minggu 15 Juni, puluhan rudal dan pesawat nirawak Iran ditembakkan ke posisi-posisi militer rezim Zionis. Operasi ofensif ini dilakukan oleh Divisi Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dengan nama sandi “Wahai Ali bin Abi Thalib (a.s)”. Serangan tersebut berhasil menembus beberapa lapisan sistem pertahanan udara Israel pada malam perayaan Idul Ghadir.

Para pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa setiap aksi agresi dari rezim Zionis akan direspons dengan tindakan keras dan tegas.

Sebagai bentuk balasan atas serangan brutal yang dilancarkan oleh Israel, ratusan rudal balistik berbagai jenis ditembakkan dari sejumlah lokasi ke Wilayah Pendudukan. Serangan ini memanfaatkan kesiapan penuh dan kemampuan tinggi sistem pertahanan Iran.

Pernyataan IRGC Terkait Tahap Lanjutan Operasi “Janji Sejati 3”

Dalam pernyataan resmi terbaru, IRGC mengonfirmasi bahwa fasilitas produksi bahan bakar jet tempur dan pusat-pusat pasokan energi milik rezim Zionis telah menjadi sasaran gelombang baru serangan drone dan rudal dalam Operasi Janji Sejati 3.

Berikut kutipan dari pengumuman resmi IRGC, Humas No. 2:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih”

“Maka seranglah mereka sebagaimana mereka telah menyerang kalian…” (Surah Al-Baqarah:194)

IRGC menyatakan bahwa operasi ofensif gabungan ini akan terus diperluas dan ditingkatkan intensitasnya apabila agresi militer dari pihak Israel tetap berlanjut.

Sistem pertahanan kedirgantaraan milik IRGC, di bawah komando jaringan terpadu dan markas gabungan pertahanan udara Republik Islam Iran, telah berhasil mencegat dan menghancurkan tiga rudal jelajah, sepuluh drone, serta puluhan wahana udara tak berawak milik tentara Zionis di wilayah konflik. (*)

Sumber: Poros Perlawanan

Baca Juga: