Oleh: Amirhossein Moqimi*
Hasil survei terbaru YouGov EuroTrack yang dilakukan pada pertengahan Januari 2026 di enam negara penting Eropa—Inggris, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol—menunjukkan bahwa opini publik terhadap Amerika Serikat (AS) berada pada level terendah dalam satu dekade terakhir. Gelombang ketidakpercayaan terhadap peran Washington dalam politik internasional kini lebih kuat dari sebelumnya.
Berdasarkan survei tersebut, Denmark mencatat penurunan kepercayaan paling tajam. Sekitar 84 persen responden di negara itu memiliki pandangan negatif terhadap AS—naik lebih dari 14 poin persentase dibanding survei sebelumnya pada November 2025.
Denmark juga memiliki persentase terendah warga yang menganggap Amerika sebagai sahabat atau sekutu. Hanya 26 persen warga Denmark yang menyebut AS sebagai sekutu, turun drastis dari 80 persen pada 2023.
Di Prancis dan Jerman, tren negatif juga terlihat jelas. Hanya sekitar 53 persen warga Prancis dan 41 persen warga Jerman yang masih memandang Amerika sebagai sahabat atau sekutu, sementara sebagian besar populasi di kedua negara tersebut menyampaikan pandangan negatif terhadap AS.
Di Inggris, sekitar 46 persen responden memiliki pandangan positif terhadap Amerika, sementara di Spanyol angkanya 39 persen. Italia, dengan sekitar 52 persen, mencatat tingkat pandangan positif tertinggi di antara enam negara tersebut, meski angka ini tetap menunjukkan penurunan atau setidaknya stagnasi dalam kepercayaan publik.
Hal penting lainnya adalah bahwa sikap negatif publik tidak hanya ditujukan kepada Amerika sebagai negara, tetapi juga terhadap peran Washington dalam aliansi militer dan hubungan strategis. Mayoritas responden di negara-negara tersebut meyakini bahwa Uni Eropa seharusnya mengambil jarak lebih jauh dari Amerika dalam bidang politik, militer, dan keamanan, agar dapat lebih leluasa mengejar otonomi strategisnya.
Perubahan pandangan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara Uni Eropa dan AS, termasuk perselisihan mengenai tarif perdagangan, isu-isu keamanan, serta ketegangan terkait Greenland yang menjadi perdebatan hangat di media Eropa.
Para analis menilai bahwa situasi ini tidak hanya memperkuat sentimen publik negatif terhadap Washington, tetapi juga berpotensi memengaruhi pengambilan keputusan politik Uni Eropa dalam jangka panjang terkait hubungan dengan Amerika.
Sebagian besar peserta survei juga meyakini bahwa ketergantungan Eropa pada Amerika dalam bidang pertahanan dan keamanan tidak dapat dengan mudah dihentikan. Melemahnya hubungan dengan Washington dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap stabilitas dan perekonomian Eropa. Meski demikian, banyak warga Eropa menekankan pentingnya memperkuat kapasitas pertahanan dan politik Uni Eropa serta mengurangi pengaruh Amerika dalam keputusan kolektif Eropa.
Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap AS di enam negara besar Barat telah mencapai titik terendahnya, sementara keraguan terhadap peran Washington dalam sistem global semakin meningkat. Perubahan ini dapat memainkan peran penting dalam menentukan arah hubungan trans-Atlantik dan kebijakan strategis Uni Eropa di tahun-tahun mendatang. (*Pengamat politik internasional)
Sumber: Mehr News









