Kisah Sukses Adi Darmawan Mendirikan dan Membangun Bisnis

Pengusaha sukses asal Kukar, Adi Darmawan. (Istimewa)

BAINDONESIA.CO – Adi Darmawan, seorang pengusaha sukses di Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki kisah perjalanan hidup yang penuh liku-liku.

Meski telah mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis, rupanya Adi tak menyelesaikan studi di pendidikan tinggi.

Kisah suksesnya dimulai dari masa mudanya yang memiliki semangat tinggi untuk meraih cita-citanya.

Ia memulai kuliah di Universitas Kutai Kartanegara. Namun sayang dua kali berturut-turut dia gagal menyelesaikan pendidikannya.

“Saya sempat mendaftarkan kuliah di Fakultas Ekonomi dan FKIP Jurusan Bahasa Inggris. Tapi dua itu enggak lulus,” ungkapnya, Jumat (2/2/2024).

Beberapa alasan menjadi penyebab Adi tak dapat melanjutkan dan menyelesaikan studinya.

Kegagalan itu tidak membuat Adi patah semangat. Sebaliknya, ia menggunakan kesempatan tersebut untuk terjun ke dunia bisnis.

Dengan tekad dan keuletannya, dia membangun beberapa perusahaan yang kini menjadi korporasi terkemuka di Provinsi Kalimantan Timur.

Adi mendirikan dan membangun PT Foodiholic Group Indonesia atau Foodinesia yang berfokus di bisnis retail dari bisnis ke konsumen.

Ia juga mendirikan Fudindoritelsejahtera atau Folresta. Fokusnya berbeda dengan perusahaan pertama. Perusahaan tersebut berfokus pada B2B untuk menyediakan dan mendistribusikan bahan baku.

“Jadi, ada yang distribusi dan ada yang dari bisnis ke customer langsung. Yang belum ada business to government,” ungkapnya.

Meski tidak memiliki gelar akademis, dia membuktikan bahwa keberhasilan tak hanya bergantung pada ijazah.

Keterampilan, semangat pantang menyerah, dan kegigihan dalam menghadapi setiap rintangan menjadi kunci kesuksesannya.

Adi menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pendidikan mereka.

“Bilang orang, kuliahnya saja enggak selesai, pasti enggak bisa sukses,” ucapnya.

Ia memberikan motivasi kepada generasi muda untuk tetap berjuang meraih impian meski jalannya penuh tantangan.

Kata Adi, berwirausaha tak susah. Relasi bisa dibangun asal calon pengusaha bisa menjaga konsistensi dan etika dengan baik.

Konsisten dengan sesuatu yang dikerjakan, konsisten dengan konsumen dalam hal kenyamanan pelayanan, dan tak kalah penting menjaga etika karena di situ setiap orang akan memberikan penilaian.

“Hal ini yang paling penting karena dua ini menurut saya kuncinya,” tutup Adi. (jt/um)

Berita
Lainnya