Kurangi Pasukan di Jalur Gaza, Pengamat: Bukti Kekalahan Israel

Pengamat politik internasional, Muhammad Jawad. (Istimewa)

BAINDONESIA.CO- Zionis Israel menarik empat batalion pasukannya di Jalur Gaza akibat perlawanan yang dilancarkan para pejuang Palestina.

Pengamat politik internasional Muhammad Jawad mengatakan bahwa peristiwa itu adalah tanda kekalahan Zionis.

“Kalaupun itu rolling pasukan secara reguler, secara umum, memang biasa terjadi seperti itu, tapi itu jumlah seharusnya tetap, tetapi ini jumlah yang keluar dengan yang kembali itu lebih sedikit yang kembali,” ucapnya sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Ahlulbaitindonesia pada Jumat (2/2/2024).

Ia menambahkan, Zionis ingin menutupi penarikan pasukan karena secara resmi merupakan bentuk pengakuan kekalahan dan kemenangan terhadap Hamas.

“Secara faktual mereka (Zionis) ingin mengurangi jumlah pasukannya yang semakin banyak mati di Gaza, yang setiap hari kadang 10-20 pasukan mereka mati,” ucapnya.

Jawad juga menyebut beberapa alat perang yang dimiliki pasukan Zionis di Jalur Gaza seperti tank merkava, buldoser, dan alat perang lainnya sudah banyak menjadi rongsokan.

“Semakin lama mereka akan semakin terkunci, mereka terjebak dalam rawa-rawa di Gaza, keluar tidak mungkin, bertahan itu terus terjadi kerugian yang membesar dan kalaupun datang (bantuan) lebih banyak, itu akan menjadi bulan-bulanan,” paparnya.

Sejauh ini, sambung dia, tempat persembunyian para pejuang Hamas belum ditemukan oleh tentara Zionis. Mereka hanya menemukan terowongan-terowongan jebakan yang sudah disediakan para pejuang Hamas.

“Ini menandakan bahwa sebetulnya apa yang dibesar-besarkan selama ini hanyalah mitos saja bahwa mereka (Zionis) itu kekuatan militer,” tegasnya.

“Kemudian yang lain juga menunjukkan bahwa fakta bagaimanapun canggihnya peralatan, yang menentukan adalah penggunanya atau manusianya, terutama masalah mentalitas dan motivasi untuk berperang,” terangnya.

Ia menerangkan perbedaan motif dalam berperang menjadikan para pejuang Hamas lebih unggul daripada pasukan Zionis. “Walaupun pasukan Zionis digadang-gadang memiliki alat perang yang jauh lebih canggih dari pasukan Hamas,” ujarnya. (ia/um)

Baca Juga:

Berita
Lainnya