Sandiaga Uno Ungkap Perjalanan Meraih Rp 100 Juta Pertama: Bukan dari Usaha, tapi Profesionalisme

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. (Pilar.ID)

BAINDONESIA.CO – Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno membagikan kisah inspiratif perjalanannya meraih Rp 100 juta pertama. Menariknya, pencapaian tersebut bukan diraih dari dunia usaha, melainkan dari kiprahnya sebagai seorang profesional di bidang keuangan dan investasi.

“Saya mendapat Rp 100 juta pertama saya itu justru bukan sebagai entrepreneur, tapi sebagai seorang profesional,” ujar Sandiaga dalam sebuah pernyataan publik di kanal YouTub Sandiuno TV pada Sabtu (19/7/2025).

Dia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan (skill) sebelum terjun menjadi pengusaha.

Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah terus mengasah kemampuan. Setelah menyelesaikan pendidikan formal, Sandiaga tak berhenti belajar. Ia mengambil berbagai kursus dan belajar dari tokoh-tokoh besar dunia seperti Warren Buffett dan Jack Welch. Di dalam negeri, Sandiaga juga mengagumi banyak figur pengusaha yang menjadi inspirasinya.

Perjalanan kariernya dimulai dengan gaji pertama sebesar Rp 450.000 pada tahun 1990. Dari situ, dia perlahan menapaki tangga profesional, hingga akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan perusahaan investasi. Di sinilah titik balik terjadi.

Breakthrough pertama saya adalah saat saya mampu untuk bekerja di perusahaan investasi, di mana saya bukan hanya mendapat gaji, tapi juga bonus dan pembagian keuntungan. Saat posisi saya sebagai Vice President, gaji saya mencapai Rp 150 juta,” kenangnya.

Namun, Sandiaga juga tidak luput dari badai krisis ekonomi Asia. Pendapatannya yang sempat mencapai sekitar Rp 100 juta per bulan, tiba-tiba hilang begitu saja. Momen tersebut menjadi pelajaran penting baginya tentang pentingnya pengelolaan karier dan keuangan secara bijak.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan finansial tidak semata-mata datang dari gaji, tetapi juga dari bonus, bagi hasil, dan kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi.

“Kalau dikelola karir dengan baik, maka kita tidak perlu merasakan di-PHK. Setelah menjadi profesional beberapa tahun, kita bisa memutuskan untuk menjadi pengusaha,” ujarnya.

Menurut Sandiaga, untuk membangun kekayaan hingga miliaran rupiah, seseorang perlu memiliki fondasi keuangan yang kokoh, investasi yang cerdas, dan jaringan pertemanan yang luas. “Your network is your net worth. Saya selalu percaya ada keberkahan dari pertemanan yang kita miliki,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk fokus pada investasi berisiko rendah tapi punya prospek cerah, serta tidak menganggap uang Rp 100 juta sebagai tujuan akhir. “Rp 100 juta itu bukan tujuan, tapi perjalanan. Itu adalah awal dari pencarian bukan hanya kekayaan, tapi keberkahan,” tuturnya.

Sebagai pesan penutup, Sandiaga menekankan pentingnya empat prinsip dalam bekerja: kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Baca Juga: