Tim PKM Universitas Pamulang Bangun Pustaka untuk Tingkatkan Literasi Warga Depok

Dokumentasi kegiatan kampaye literasi dan lapak baca bersama sebelum dibangun Gazebo. (Tim PKK)

BAINDONESIA.CO – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang berhasil melaksanakan program pemberdayaan berbasis literasi melalui pembangunan Gazebo Pustaka Langit Literasi Keluarga (LLK) Kolong Sutet.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025, Kelompok Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat dan fokus pada bidang sosial, humaniora, serta lingkungan hidup.

Tim PKM Pemenang Hibah Bima Kemdiktisaintek 2025 Universitas Pamulang dalam rilisnya pada Selasa (16/9/2025) mengungkapkan program yang berlangsung selama satu tahun ini diusulkan mulai 2025 dengan melibatkan tim dosen Universitas Pamulang, yakni Jamaludin, S.E.I., M. Ec. Dev. (Ketua Tim, kepakaran Ekonomi Pembangunan), Dr. Thamrin, S.Pd., M.Pd. (kepakaran Penelitian dan Evaluasi Pendidikan), serta Nahoras Bona Simarmata, S.S., M.Hum. (kepakaran Sastra Inggris & Linguistik Penerjemahan).

Dua mahasiswa program studi Manajemen juga turut serta, yaitu Intan Ali Septiana Zain (Manajemen Keuangan) dan Saudi Ega Putra (Manajemen SDM). Mitra utama kegiatan ini adalah Karang Taruna Unit 12 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Observasi awal menunjukkan sejumlah permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain belum ada wahana literasi terbuka, pengalaman dalam mengelola program literasi berbasis komunitas yang minim, akses terhadap sumber daya edukatif yang minim, ketiadaan sistem pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, serta kepemimpinan dan koordinasi yang lemah.

Sebelum ada gazebo tersebut, kegiatan kampanye literasi dan lapak baca bersama berlangsung di lapangan tenis RT 002/RW 012. Meski suasananya ramai dan penuh semangat, para peserta, yang sebagian besar anak-anak sekolah dasar, harus beradaptasi dengan ruang terbuka tanpa tempat khusus membaca.

Setelah gazebo didirikan, kegiatan literasi menjadi lebih nyaman dan terfokus. Ruang teduh tersebut kini dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat baca, tetapi juga ruang belajar, diskusi, rapat, hingga aktivitas warga lainnya. Fasilitas baru ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan budaya baca, pembentukan komunitas belajar aktif, serta kelahiran karya kolaboratif masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan fasilitas, tim juga berupaya memperkuat pengelolaan program literasi berbasis komunitas. Untuk itu, mereka melakukan studi banding ke Taman Baca Masyarakat Kolong Ciputat yang sudah berpengalaman sejak 2016.

Dari diskusi tersebut, tim memperoleh wawasan penting terkait pengelolaan ruang baca yang konsisten, inovatif, dan adaptif.

Selain itu, gazebo kini menyediakan 50 buku bacaan beragam, mulai dari komik, dongeng, ensiklopedia, hingga buku motivasi. Koleksi ini ditujukan untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua, agar kebiasaan membaca dalam keluarga semakin tumbuh.

Sebagai bentuk keberlanjutan, tim menyelenggarakan pelatihan Leadership for Literacy dengan melibatkan narasumber dari Ketua TBM Kolong Ciputat, akademisi Unindra, dan Ketua Tim Pengabdi Universitas Pamulang.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan tempat literasi berkelanjutan, kepemimpinan komunitas, hingga manajemen konflik. Hasilnya, kapasitas kepemimpinan anggota Karang Taruna meningkat, strategi pengelolaan lebih terstruktur, serta lahir program literasi yang inovatif sesuai kebutuhan masyarakat.

Untuk memastikan kegiatan literasi berjalan efektif, tim membentuk struktur organisasi Gazebo Pustaka LLK Kolong Sutet. Struktur ini bertujuan memperjelas peran dan tanggung jawab pengurus, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan akuntabilitas program.

Dengan begitu, gazebo tidak hanya hadir sebagai fasilitas fisik, tetapi juga pusat literasi terbuka yang dikelola secara profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran Gazebo Literasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas dapat menjawab persoalan minimnya akses literasi di masyarakat sekaligus menghadirkan ruang belajar bersama yang berkelanjutan. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Baca Juga: