Sekda Sunggono Pimpin Apel Siaga Jelang Lebaran

Sekda Kukar Sunggono memimpin apel siaga bersama PMI di Halaman Kantor Bupati Kukar pada Selasa, 2 April 2024. (Berita Alternatif/Riyan)

BAINDONESIA.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar menggelar Apel Siaga Lebaran di Halaman Kantor Bupati Kukar pada Selasa (2/4/2024).

Apel ini merupakan bagian dari persiapan kesiapsiagaan Pemkab Kukar dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.

Kegiatan apel ini dihadiri pejabat pemerintah, anggota PMI, dan relawan.

Apel ini bertujuan untuk memastikan bahwa segala aspek kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana terkait arus mudik dan arus balik lebaran telah dipersiapkan dengan baik.

Bupati Kukar melalui Sekretaris Daerah Sunggono menegaskan bahwa Pemkab Kukar sudah bersiap menghadapi lonjakan jumlah pemudik selama musim lebaran.

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada PMI Kukar dan PMI kecamatan di 20 kecamatan di wilayah Kukar karena telah berperan serta dalam memberikan layanan kesehatan dan bantuan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.

“Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun ini semenjak dikukuhkannya kepengurusan yang baru pada akhir tahun 2022 lalu, sudah memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” katanya.

Dia juga memberikan pesan kepada seluruh pengurus dan relawan PMI kabupaten maupun PMI kecamatan di seluruh wilayah Kukar.

Sunggono menjelaskan bahwa tugas relawan PMI adalah membahagiakan orang lain, masyarakat, serta menghindari kesulitan-kesulitan yang akan timbul selama perjalanan mudik dan arus balik.

“Laksanakan tugas dengan baik di Posko siaga lebaran di setiap titik-titik mudik dan rawan kecelakaan. Selalu siaga menjalankan tugas kemanusiaan dimaksud dengan semangat dan penuh keikhlasan yang dilandasi niat ibadah,” ujarnya.

Ia mendorong para camat selaku pelindung PMI kecamatan agar memberikan dukungan dan fasilitas kepada para relawan PMI kecamatan yang bertugas selama arus mudik dan arus balik.

“Lakukan komunikasi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan dunia usaha agar kerja kemanusiaan ini bisa berjalan dengan baik,” harapnya. (adv/jt/um)

Berita
Lainnya