Seruan BARAQ pada Hari Al-Quds Internasional

Poster BARAQ yang menyerukan perlawanan terhadap rezim Zionis Israel yang melakukan genosida terhadap bangsa Palestina. (Istimewa)

BAINDONESIA.CO – Komunitas yang tergabung dalam Barisan Aliansi Resistensi Al-Quds (BARAQ) akan mengadakan aksi solidaritas Palestina di berbagai kota di Indonesia pada 5 April 2024.

Peringatan Hari al-Quds Internasional tersebut terinspirasi dari Imam khomaini yang menyatakan bahwa hari Jumat terakhir pada bulan suci Ramadan merupakan Hari Al-Quds Internasional.

Pada 13 Ramadan 1399 Hijriah, setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini mengatakan, “Saya serukan kepada seluruh umat Islam di dunia dan negara-negara Muslim untuk memutus tangan rezim agresor Zionis dengan bergabung bersama umat Islam di akhir Jumat bulan suci Ramadan.”

Pernyataan beliau itu menginspirasi umat Islam sedunia turun ke jalan untuk melaksanakan aksi, mengadakan seminar-seminar, serta aktivitas-aktivitas lain agar Palestina segera merdeka dan Israel dihapuskan dari peta dunia.

Saat ini, dunia telah dipertontonkan dengan agresi militer rezim Zionis Israel yang menyasar warga sipil Palestina di Gaza hingga di berbagai kota lain dengan sokongan penuh pemerintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Hingga kini, sedikitnya 40 ribu warga sipil terbunuh, mayoritas di antaranya anak-anak dan perempuan.

Sekitar 80 persen infrastruktur sosial Gaza seperti rumah sakit, sekolah, pasar, perumahan penduduk, dan lain-lain hancur total akibat pengeboman Israel dari darat, laut, dan udara sejak Oktober 2023.

Di hadapan genosida rakyat Palestina itu, sejumlah negara tetangga Palestina malah memilih bungkam. Bahkan, sebagian turut membantu Israel menggenosida rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Mereka memasok logistik hingga mendukung Zionis Israel melalui pemberitaan di media massa.

Meski demikian, mayoritas khalayak dunia tetap memihak terhadap rakyat dan perjuangan Palestina. Gelombang protes dan aksi boikot secara gobal hingga perlawanan bersenjata secara regional terus berkelanjutan secara masif dan intensif.

Merespons perkembangan yang memprihatinkan tersebut, sejumlah organisasi yang tergabung dalam BARAQ menyiapkan aksi besar yang akan digelar pada Hari al-Quds Internasional di hari Jumat ini. Aksi tersebut akan berlangsung di berbagai kota di Indonesia.

Adapun Hari Al-Quds Internasional merupakan hari solidaritas sedunia untuk perjuangan kemerdekaan Palestina yang diperingati setiap tahun di hari Jumat terakhir bulan suci Ramadan, yang pada tahun ini akan diselenggarakan pada 5 April 2024 secara serentak di berbagai kota di Indonesia.

Menyertai rangkaian aksi tersebut, BARAQ menyampaikan sejumlah poin yang tertuang dalam pernyataan sikapnya:

Pertama, apa yang terjadi di Palestina, yang memuncak akhir-akhir ini berupa agresi militer brutal terhadap jalur Gaza adalah sebentuk genosida terhadap rakyat Palestina yang dipraktikkan oleh entitas ilegal Zionis dengan dukungan Amerika Serikat dan Barat.

Kedua, segala bentuk penjajahan sebagaimana yang dipraktikkan rezim Zionis di Palestina sejak 1948 bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip kemanusiaan sehingga harus dihapuskan dari kehidupan umat manusia.

Ketiga, dukungan AS, Barat, dan para kaki tangannya di Asia Barat terhadap rezim Zionis membuktikan bahwa genosida rakyat Palestina adalah proyek penjajahan zionisme internasional sehingga harus dihadang dan dilawan secara total dan kompak oleh seluruh elemen kemanusiaan dan perlawanan semesta.

Keempat, bangsa Palestina yang dijajah memiliki semua hak untuk melawan penjajahan rezim Zionis dengan segala cara yang legal, termasuk perlawanan bersenjata demi meraih kemerdekaan.

Kelima, mengapresiasi setinggi-tingginya langkah-langkah diplomatik dan kemanusiaan yang ditempuh Pemerintah Republik Indonesia selama ini dalam mendukung dan mengupayakan kemerdekaan bangsa Palestina.

Keenam, mengimbau dan mendorong para tokoh, ormas, dan forum-forum nasional maupun internasional untuk bersama-sama menegaskan bahwa bangsa Palestina berhak menentukan nasib dan masa depannya sendiri dan merdeka dari penjajahan. (ril/fb)

Berita
Lainnya