BAINDONESIA.CO — Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar kembali menggelar kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban pada momen Iduladha tahun ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian spiritual dan sosial Yayasan dalam menebarkan semangat pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian kepada sesama.
Sekretaris Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar Sayid Taqi Assegaff menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar rutinitas penyembelihan hewan, tetapi juga merupakan simbol ketundukan total kepada kehendak Allah SWT.
Dalam perspektif fikih dan spiritualitas Ahlulbait, kurban menjadi sarana pembinaan jiwa. Dalam ibadah kurban, setiap individu diajak untuk melepaskan hal-hal duniawi yang dapat menghalangi ketaatan dan kesucian.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengurus Yayasan Al-Ghifari Kukar, para donatur, relawan, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang turut mengambil bagian dalam teknis pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kehadiran Anggota DPRD Kaltim Husni Fahruddin turut memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung kegiatan keagamaan.
“Ini menunjukkan kepedulian beliau terhadap nilai-nilai keagamaan dan kegiatan sosial yang digelar masyarakat,” ujarnya di Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar pada Sabtu (7/6/2025).
Tahun ini, ungkap dia, Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar berhasil menyembelih satu ekor sapi dan satu ekor kambing.
Meski jumlahnya terbatas, Sayid Taqi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan para donatur yang telah berpartisipasi, baik dari kalangan internal maupun eksternal yayasan tersebut.
Daging kurban tersebut disalurkan kepada para mustahik yang telah didata sebelumnya, di antaranya fakir miskin, yatim piatu, janda, lansia, serta warga di yang jarang tersentuh bantuan sosial.
Antusiasme relawan terlihat sejak pagi. Para relawan saling bergotong royong dalam proses penyembelihan, pengemasan, dan distribusi daging. Ibu-ibu juga turut berkontribusi menyukseskan kegiatan ini.
Semangat kebersamaan ini mencerminkan kekuatan pengabdian yang masih kokoh dalam tubuh masyarakat Syiah, khususnya di lingkungan Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar.
Dalam hal teknis, dia menjelaskan bahwa proses penyembelihan mengikuti kaidah fikih Ahlulbait. Hewan yang dikurbankan harus memenuhi syarat seperti cukup umur, sehat, dan disembelih oleh seorang Muslim yang menghadap kiblat serta menyebut nama Allah.
Empat saluran utama di leher hewan, lanjut Sayid Taqi, harus terputus dengan alat yang tajam, dan hewan dibiarkan mati sempurna sebelum diproses lebih lanjut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak positif dari sisi spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas internal Yayasan dan memperluas jejaring sosial.
Kata dia, kegiatan ini membuat masyarakat semakin menaruh kepercayaan terhadap peran Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar sebagai lembaga yang konsisten untuk berkhidmat kepada umat dan bangsa.
Di akhir kegiatan, Sayid Taqi berharap ibadah kurban tidak hanya dijadikan sebagai ritual tahunan semata.
Ia berharap semangat pengorbanan ini diwujudkan dalam bentuk keterlibatan aktif masyarakat dan kader muda dalam program-program dakwah serta aksi sosial Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar.
Sayid Taqi juga mengharapkan seluruh pengurus semakin kokoh dalam niat, ikhlas dalam bekerja, dan profesional dalam melayani umat.
“Ibadah kurban ini adalah momen penting yang menunjukan bahwa kerja kolektif kita bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin







