Disbun Kukar Tetapkan Rencana Program Kerja Tahun 2024

Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, M. Taufik Rahmani. (Kutai Raya)

BAINDONESIA.CO – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merumuskan rencana program kerja tahun 2024.

Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta berbagai langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Program kerja tahun 2024 dirancang sebagai langkah strategis di bidang pertanian, salah satunya pendampingan penggunaan sarana, pembangunan prasarana, pembinaan kelompok tani, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Sekretaris Disbun Kukar, Taufik Rahmani menyampaikan, program ini mencakup sarana pengembangan pertanian serta pengadaan bibit, pupuk, dan herbisida.

Pembangunan jalan produksi dan pembuatan embung juga menjadi fokus Disbun Kukar untuk mendukung sektor perkebunan.

“Targetnya sesuai dengan RPJMD Kukar Idaman 2021-2026, berupa 20 kilometer jalan produksi dan 20 embung. Rencana pembangunan rumah produksi untuk komoditas karet juga menjadi fokus pemanfaatan peluang dalam sektor perkebunan,” katanya pada Jumat (16/2/2024).

Kegiatan lainnya mencakup pengendalian hama dan penyakit, pemantauan dan pencegahan kebakaran lahan, pengawasan perkebunan, serta penyuluhan pertanian.

Taufik mengatakan, salah satu fokus utama program kerja tahun 2024 adalah pembinaan perusahaan besar swasta berupa kinerja perusahaan, pengembangan kapasitas kelembagaan petani, diseminasi informasi teknis sosial ekonomi, dan inovasi pertanian.

“Inilah garis besarnya program kita di Disbun. Artinya, ada puluhan program tahun ini,” serunya.

Program kegiatan ini diharapkannya dapat meningkatkan produksi serta produktivitas komoditas perkebunan, membawa dampak positif pada kesejahteraan pekebun, dan mencapai pertumbuhan PDRB sub-sektor perkebunan sebesar 3,6 persen.

Ia berharap target tersebut terwujud dengan melibatkan produksi dan produktivitas komoditas seperti kelapa sawit, karet, kelapa dalam, kopi, kakao, dan aren.

“Harapannya hasil dari program-program ini dapat tercermin pada peningkatan nilai tukar petani yang ditargetkan menjadi 102 persen,” tutupnya. (jt/um)

Berita
Lainnya