Fitnah di Balik Berita soal Kekayaan Pribadi Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei. (Kompas.com)

BAINDONESIA.CO – Ayatullah Sayid Ali Khamanei, Pemimpin Tertinggi Iran, pernah diklaim oleh AS merupakan salah satu penguasa terkaya di dunia dengan total kekayaan pribadi sebanyak 200 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2.800 triliun.

Berita dari Reuters tersebut kemudian dikutip oleh media-media nasional Indonesia. Sindonews.com misalnya menurunkan berita dengan judul Kekayaan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Bikin Kaget pada Minggu (26/12/2021). Media lain memberi judul beritanya, Bikin Syok, Ternyata Segini Kekayaan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Disebutkan dalam media-media tersebut, Ayatullah Ali Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi Iran yang menjabat sejak 1989 hingga saat ini yang selama menjabat, ia memiliki banyak aset kekayaan pribadi yang jumlahnya fantastis. Jumlah kekayaannya pun disebut jauh lebih besar daripada kekayaan yang dikumpulkan mendiang Shah, raja pro-Barat yang digulingkan dalam revolusi Islam Iran. Tidak lupa juga disebutkan dugaan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran itu telah menggunakan aset untuk memperkaya dirinya sendiri. Selain itu, juga untuk mengonsolidasikan kekuasaannya dan memposisikan dirinya di atas faksi-faksi saingan rezim.

Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta telah menanggapi bahwa berita SINDOnews yang berjudul Kekayaan Pemimpin Tertinggi lran Ayatollah Ali Khamenei Bikin Kaget itu tidak benar.

“Semua tuduhan yang disampaikan dalam berita SINDOnews yang dikutip dari sumber Reuters berkaitan dengan kekayaan Pemimpin Agung Republik lslam lran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei merupakan kebohongan besar dan dianggap sebagai penghinaan terhadap pejabat tertinggi dan agung negara Republik Islam serta bangsa Iran,” papar pernyataan Kedubes Iran saat itu.

Kedubes Iran menambahkan, “Para penulis berita Reuters dan sumber Baratnya di Baghdad setelah kegagalan proyek sanksi maksimum terhadap Iran, hanya mengincar untuk melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat agung dan mulia Republik Islam Iran.”

“Kali ini mereka dalam berupaya menyerang lran dengan beragam fitnah dan berita miring telah merampas kenyataan dengan menyebut kekayaan nasional lran sebagai kekayaan pribadi Pemimpin Agung Revolusi Islam Iran,” papar pernyataan Kedubes Iran.

Kedubes Iran menambahkan, “Bahkan dalam literasi medianya, mereka menggunakan kata ‘rezim’ daripada kata ‘pemerintah/negara’ untuk secara salah menunjukkan bahwa pemerintah dan bangsa Iran merupakan dua identitas yang terpisah. Hal ini terjadi pada saat pemerintah Iran merupakan hasil dari partisipasi aktif masyarakat kami dalam berbagai referendum dan pemilihan umum.”

“Laporan yang diterbitkan oleh Reuters, yang berasal dari tahun-tahun lalu, menunjukkan bahwa kantor berita ini dan media-media penerbitnya tidak mengetahui dengan baik tentang hukum dan kerangka politik di Republik Islam Iran,” tegas Kedubes Iran.

“Dalam rekayasa beritanya, Reuters telah mencoba untuk menyampaikan bahwa aset Republik Islam Iran, masyarakat kami dan berbagai organisasi yang didirikan oleh lmam Khomeini (ra) untuk melayani bangsa dan negara, sebagai aset pribadi Pemimpin Agung Iran,” papar Kedubes Iran.

Analisanya, kalau memang klaim bahwa Ayatullah Khamanei memiliki kekayaan pribadi yang fantastis itu benar, tentu setidaknya Ayatullah Khamanei memiliki kantor atau paling minimal kediaman yang super megah. Namun tidak ada tanda-tanda kekayaan dan kemegahan sama sekali yang diperlihatkannya.

Lihat saja ruang tamunya ketika menyambut tamu negara. Dalam pertemuan terbaru dengan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Senin (30/5/2022), ruangan tamu di kantornya kosong melompong. Satu-satunya hiasan dinding di ruangan tersebut adalah foto Imam Khomeini. Hiasan lainnya hanya bendera ruangan, bendera nasional Iran di pojok ruangan.

Furniture-nya pun jauh dari kesan mewah. Orang tidak akan betah duduk berlama-lama di kursi ruang tamunya yang terbuat dari kayu dengan desain minimalis. Itu juga konon sudah berusia lebih dari 30 tahun dan hanya catnya dan lapisan kursinya saja yang selalu diperbarui.

Jam dinding dan pendingin ruangan yang digunakan adalah produk nasional Iran dengan tipe yang paling murah. Iran yang dikenal memiliki permadani paling indah di dunia, tidak tampak di ruang tamunya. Istana Kepresidenan Tajikistan The Tajik Presidential Palace di Dushanbe yang didaulat sebagai salah satu istana kepresidenan terindah di Asia saja dihiasai permadani Persia dengan kualitas terbaik.

Bahkan sempat viral, foto Ayatullah Sayid Ali Khamanei mengenakan sendal yang talinya sudah putus, karena sudah bertahun-tahun tidak pernah diganti. Ataupun kursi yang didudukinya saat menyambut PM Jepang Shinzo Abe tahun 2019 adalah juga kursi yang digunakannya saat menerima kedatangan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pada tahun 1992.

Apa itu semua itu kamuflase, pencitraan atau pengelabuan? Intinya masih lebih baik memamerkan kesederhanaan dan kebersahajaan, dibanding memamerkan kemegahan dan hidup bermewah-mewahan yang memang sedari awal tidak direkomendasikan oleh agama.

Pemimpin negara memiliki istana yang mentereng, indah dan juga mewah, sudah menjadi kewajaran. Karena bukan hanya Pemimpin sebuah negara yang menjadi simbol negara, istana atau kantornya pun turut jadi ikon negara-negara tersebut. Karena itu bangunan yang menjadi tempat pejabat tertinggi negara berkantor dibuat tak sembarangan. Dan Republik Islam Iran sejak awal berdirinya, ingin menjadikan kesederhanaan pemimpin-pemimpinnya sebagai ikon negaranya. (*)

Sumber: Purna Warta

Berita
Lainnya