Suparno Lantik Pejabat Baru Perumda Tirta Mahakam

Pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Perumda Tirta Mahakam pada 7 Februari 2024. (Istimewa)

BAINDONESIA.CO – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Suparno melantik sejumlah pejabat baru untuk mengisi pos-pos jabatan di perusahaan tersebut pada Rabu (7/2/2024).

Sejumlah pejabat kunci dipilih dan diresmikan untuk menduduki posisi strategis dalam organisasi Perumda Tirta Mahakam.

Acara yang digelar di Kantor Pusat Perumda Tirta Mahakam Jalan Ahmad Dahlan Tenggarong tersebut dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan unsur-unsur terkait.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Perumda Tirta Mahakam untuk memastikan kepemimpinan yang efektif dan efisien agar sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menyebut pelantikan pejabat-pejabat Perumda ini merujuk pada SOTK Pasal 51 ayat (1) Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 jo Pasal 61 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

“Kemudian Perda Nomor 4 Tahun 2020 dari perubahan PDAM menjadi Perumda Air minum Tirta Mahakam, sehingga mau tidak mau menyesuaikan,” katanya.

Selain itu, langkah ini diambil sebagai wujud komitmen Perumda Tirta Mahakam dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perusahaan daerah yang mengelola sumber daya air di Kukar.

Melalui pelantikan ini, Perumda Tirta Mahakam meyakinkan masyarakat terhadap dedikasinya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penyediaan air bersih.

“Ini komitmen dari Perumda itu dengan perubahan nama. Ini juga harus diiringi dengan perubahan mindset dari rekan-rekan saya. Makanya saya lantik di luar menggambarkan keterbukaan terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” serunya.

Suparno berharap pejabat baru terus meningkatkan kinerja Perumda sesuai visi dan misi perusahaan.

Dia juga menekankan peran strategis Perumda Tirta Mahakam dalam penyediaan air bersih dan percepatan layanan bagi masyarakat Kukar semakin diperkuat melalui kepemimpinan yang solid dan inovatif.

“Karena Perumda tidak bisa kerja sendiri. Apalagi direktur tidak ada kemampuan. Makanya kita panggil rekan-rekan kepala cabang (dan) kepala ranting. Kita panggil semua untuk menyatukan paradigma tentang apa yang harus kita lakukan,” pungkasnya. (jt/um)

Berita
Lainnya