DPRD KUKAR

Herry Asdar Dorong Penambahan RKB dan Beasiswa untuk Masyarakat Kurang Mampu

BAINDONESIA.CO – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Daerah Pemilihan (Dapil) III, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Herry Asdar memprioritaskan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) serta pemberian beasiswa kepada masyarakat yang kurang mampu. Dia mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor yang memerlukan perhatian serius, terutama di Dapil III, yang masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan fasilitas pendidikan. “Pendidikan khususnya yang menjadi wewenang kita di kabupaten, yaitu SD dan SMP. Sekarang ini banyak SD tapi SMP-nya hanya satu. Nah, masyarakat ini pengen adanya penambahan RKB untuk kegiatan belajar,” ucapnya saat diwawancarai via telepon seluler oleh wartawan BA Indonesia pada Sabtu (31/8/2024). Ia menjelaskan, penambahan RKB akan dilakukan di sekolah-sekolah yang paling membutuhkannya, terutama di daerah-daerah yang jumlah muridnya terus bertambah namun fasilitasnya belum memadai. Selain itu, Herry akan mendorong pemberian beasiswa kepada siswa-siswa dari keluarga kurang mampu. Beasiswa ini diharapkannya dapat meringankan beban finansial orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka serta memotivasi siswa untuk terus berprestasi. “Mudahan beasiswa juga bisa kita jalankan untuk masyarakat yang tidak mampu,” tutupnya. (adv) Penulis: Junaidin

Herry Asdar Dorong Penambahan RKB dan Beasiswa untuk Masyarakat Kurang Mampu

BAINDONESIA.CO – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Daerah Pemilihan (Dapil) III, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Herry Asdar memprioritaskan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) serta pemberian beasiswa kepada masyarakat yang kurang mampu. Dia mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor yang memerlukan perhatian serius, terutama di Dapil III, yang masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan fasilitas pendidikan. “Pendidikan khususnya yang menjadi wewenang kita di kabupaten, yaitu SD dan SMP. Sekarang ini banyak SD tapi SMP-nya hanya satu. Nah, masyarakat ini pengen adanya penambahan RKB untuk kegiatan belajar,” ucapnya saat diwawancarai via telepon seluler oleh wartawan BA Indonesia pada Sabtu (31/8/2024). Ia menjelaskan, penambahan RKB akan dilakukan di sekolah-sekolah yang paling membutuhkannya, terutama di daerah-daerah yang jumlah muridnya terus bertambah namun fasilitasnya belum memadai. Selain itu, Herry akan mendorong pemberian beasiswa kepada siswa-siswa dari keluarga kurang mampu. Beasiswa ini diharapkannya dapat meringankan beban finansial orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka serta memotivasi siswa untuk terus berprestasi. “Mudahan beasiswa juga bisa kita jalankan untuk masyarakat yang tidak mampu,” tutupnya. (adv) Penulis: Junaidin

Menjelang Iduladha, Warga Sambut Penurunan Harga Bahan Pokok

BAINDONESIA.CO – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami fluktuasi. Adapun, berdasarkan pantauan harga pada 29 April dan 7 Mei 2025, beberapa komoditas mengalami penurunan harga yang signifikan. Pasalnya, beras premium yang sebelumnya dijual Rp16.250 per kilogram turun menjadi Rp14.500. Begitu pula beras medium naik sedikit dari Rp14.200 menjadi Rp14.500 per kilogram. Komoditas cabai juga menunjukkan perubahan, seperti cabai merah besar yang naik dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah justru turun drastis dari Rp60.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah

RDP Komisi IV DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Puskesmas, Minta Dinkes Transparan

BAINDONESIA.CO – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) M Andi Faisal menegaskan pentingnya pengawasan kondisi fisik bangunan Puskesmas di Kukar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kukar. Adapun, rapat ini membahas koordinasi dan konsultasi tahapan pembangunan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dan pihak terkait. Dia mengingatkan, agar kejadian ambruknya bangunan Puskesmas beberapa tahun lalu tidak terulang kembali. Ia mengimbau, para kepala puskesmas aktif melakukan identifikasi terhadap gedung-gedung layanan kesehatan yang sudah tidak layak. “Kita semua tahu, pernah ada puskesmas yang jebol di tahun 2018. Ini tidak boleh terjadi

Syarifuddin Soroti Letak Toilet Sekolah, Tekankan Aspek Keamanan dan Pencegahan Pelecehan

BAINDONESIA.CO – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Syarifuddin menekankan pentingnya penataan ulang infrastruktur sekolah, terutama pada letak toilet. Hal ini, dia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, di Ruang Rapat Komisi IV pada Selasa (6/2025) siang. Ia menyarankan, agar toilet sekolah diletakkan di bagian depan bangunan, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi pelecehan seksual terhadap siswa, terutama anak-anak. “Saya berharap ke depan, toilet sekolah itu di depan. Kenapa? Karena sering terjadi pelecehan seksual terhadap siswa. Banyak yang tidak berani bicara karena takut, dibully, bahkan

Bukit Pariaman Miliki Potensi Batu Gunung, Terkendala Perizinan dan Amdal

BAINDONESIA.CO – Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyimpan potensi sumber daya alam menjanjikan berupa batu gunung berkualitas tinggi. Namun, hingga saat ini potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena terbentur kendala perizinan dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Kepala Desa Bukit Pariaman Sugeng Riyadi menjelaskan bahwa wilayah desa seluas sekitar 161,74 kilometer persegi itu memiliki cadangan batu gunung yang besar, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. “Potensi batu gunung kami sangat besar, kualitasnya baik. Namun sampai sekarang masih belum bisa dikelola karena belum tuntas soal perizinan dan Amdalnya,” ujarnya. Menurut dia, batu gunung diketahui

Pemdes Segihan Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Pertanian 2025

BAINDONESIA.CO – Pemerintah Desa (Pemdes) Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan desa tahun 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Segihan Hendra Wahyudi yang menegaskan bahwa potensi pertanian di desanya sangat besar dan perlu didukung melalui pembangunan infrastruktur yang memadai. “Kami memprioritaskan program pembangunan di bidang pertanian di tahun ini,” ujarnya. Kata dia, produk unggulan yang menjadi fokus utama pengembangan adalah budidaya tanaman padi, mengingat banyaknya lahan potensial yang tersedia di desa tersebut. Namun, ia mengakui, sistem irigasi yang ada saat ini masih belum optimal dan membutuhkan pembenahan agar kebutuhan

Pemdes Jonggon Desa Harap Pemkab Ambil Alih Akses Wisata Keham Pehuluan

BAINDONESIA.CO – Pemerintah Desa (Pemdes) Jonggon Desa, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengambil langkah strategis terhadap pengelolaan objek wisata Keham Pehuluan yang memiliki potensi alam luar biasa namun terkendala akses. Sekretaris Desa Jonggon Desa Dedi Suganda menjelaskan bahwa Keham Pehuluan merupakan destinasi wisata alam yang dapat ditempuh sekitar 30 menit dari desa dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, lokasi tersebut berada dalam kawasan konsesi PT Itci Hutani Manunggal (PT IHM), perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI). “Permasalahannya sekarang kawasan Keham Pehuluan ada di dalam konsesi IHM. Jadi, untuk ke

Pemdes Jonggon Desa Upayakan Pelestarian Nama Asli Wisata Keham Pehuluan

BAINDONESIA.CO – Pemerintah Desa (Pemdes) Jonggon Desa, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan kembali nama asli objek wisata alam Keham Pehuluan yang belakangan lebih dikenal dengan sebutan Batu Lepek. Sekretaris Desa Jonggon Desa Dedi Suganda menjelaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat dan pengunjung terus dilakukan, termasuk kepada para mahasiswa yang datang untuk berwisata atau melakukan penelitian di wilayah tersebut. “Nama asli objek wisata ini adalah Keham Pehuluan, namun kini lebih dikenal dengan Batu Lepek karena bentuk bebatuan khas di sana. Kami ingin mengembalikan penyebutan nama aslinya agar sejarah dan budaya lokal tetap lestari,” ujarnya. Menurut

Camat Sebulu Dorong Pelatihan Kepemudaan, Dari Tata Rias hingga Perbengkelan

BAINDONESIA.CO – Camat Sebulu Edy Fachruddin mengungkapkan bahwa Kecamatan Sebulu terus berupaya mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui berbagai pelatihan. Kata dia, upaya ini mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar). “Untuk pelatihan-pelatihan, alhamdulillah kita juga dibantu oleh Disperindag. Ada pelatihan tata rias, perbengkelan, dan beberapa jenis pelatihan lainnya,” jelasnya. Ia menambahkan, kegiatan pelatihan tersebut melibatkan pemuda-pemudi Sebulu sebagai peserta utama. Hal ini, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan keterampilan kerja di kalangan generasi muda. Selain tata rias dan perbengkelan, pelatihan lainnya yang sempat dilaksanakan termasuk pelatihan barbershop. “Ya salah satunya itu perbengkelan dan

Kecamatan Kota Bangun Darat Siapkan Festival Nutuk Baham dan Belian Namang Mei 2025

BAINDONESIA.CO – Kecamatan Kota Bangun Darat kembali menggelar kegiatan budaya tahunan yang dinantikan, yakni Festival Nutuk Baham dan Belian Namang yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 mendatang. Hal ini, disampaikan langsung oleh Camat Kota Bangun Darat Zulkifli dalam keterangannya baru-baru ini. “Nutuk Baham dan Belian Namang merupakan agenda rutin tahunan yang harus ada di Desa Kedang Ipil,” ujarnya. Dia menambahkan, kegiatan ini telah menjadi tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya masyarakat setempat. Adapun, festival Nutuk Baham tahun ini direncanakan berlangsung meriah dengan mengusung konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga