Ekonomi Mikro

Mahasiswa KKN-T Universitas Cordova Gandeng UMKM Kalimantong Olah Ampas Tahu Jadi Kerupuk Kupasta

BAINDONESIA.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Cordova yang bertugas di Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, memperkenalkan inovasi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah ampas tahu menjadi produk makanan ringan bernilai jual tinggi bernama Kupasta (Kerupuk Ampas Tahu). Inovasi ini diwujudkan melalui kegiatan diseminasi dan pelatihan pembuatan kerupuk dari ampas tahu yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Kalimantong. Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan sekaligus menambah peluang penghasilan bagi masyarakat desa. Dosen Pendamping Lapangan KKN-T Kalimantong Fatahullah menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mengedukasi warga tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi dari sisa hasil produksi tahu. “Kupasta menjadi contoh nyata bagaimana limbah bisa kita olah menjadi produk yang memiliki daya saing. Ini adalah bentuk edukasi ekonomi sirkular yang aplikatif dan bermanfaat langsung,” ujarnya dalam rilis yang diterima media ini pada Senin (21/7/2025). Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut. Sri Wahyuni, salah satu pelaku UMKM lokal, mengaku terkejut sekaligus terinspirasi dengan potensi ampas tahu yang selama ini dianggap tidak berguna. “Awalnya kami tidak menyangka ampas tahu bisa dijadikan kerupuk. Rasanya enak dan punya peluang jual yang bagus. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah membawa ide luar biasa ini ke desa kami,” ucapnya. Kepala Desa Kalimantong Ayubar turut memberikan apresiasi terhadap sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan mahasiswa KKN-T ini membawa angin segar bagi pemberdayaan ekonomi desa. “Kegiatan ini memberi warna baru bagi pemberdayaan ekonomi di desa. Ini yang kami harapkan dari kehadiran mahasiswa KKN, membawa perubahan nyata meski dimulai dari skala kecil,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator KKN-T Desa Kalimantong Siswi Wani Wati menegaskan bahwa Kupasta bukan hanya produk konsumsi semata, tetapi juga media pembelajaran kewirausahaan bagi masyarakat desa, terutama ibu-ibu UMKM. “Kami ingin agar ibu-ibu UMKM bisa mandiri dalam memproduksi dan memasarkan Kupasta setelah program ini berakhir,” tutur Siswi. Kupasta kini menjadi salah satu produk olahan lokal unggulan yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga di Kalimantong. Mahasiswa KKN-T Universitas Cordova berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dalam proses produksi dan promosi, dengan harapan produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional. (*) Editor: Ufqil Mubin

Diskop-UKM Kukar Wujudkan Program Pemberdayaan Para Pelaku Usaha Lokal

BAINDONESIA.CO – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mewujudkan sejumlah program strategis untuk menumbuhkan perekonomian daerah. Berbagai langkah inovatif dan terukur telah dilaksanakan Diskop-UKM Kukar untuk memberikan dukungan kepada para pelaku usaha di Kukar. Sekretaris Diskop-UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor menjelaskan, pihaknya telah berhasil melaksanakan delapan program pada tahun 2023. “Program-programnya sudah terlaksana semua pada tahun lalu,” ujarnya di Kantor Diskop-UKM Kukar pada Selasa (6/2/2024). Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah pembinaan wirausaha baru, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Program bina wirausaha baru terwujud

Jumlah Minimarket di Kukar Meningkat Drastis

BAINDONESIA.CO – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kukar mencatat peningkatan jumlah minimarket yang beroperasi di Kukar. Pada tahun 2023, toko modern dan swalayan berjumlah 12 minimarket. Jika dikalkulasikan dari 2016 hingga 2023 terdapat 118 minimarket di Kukar. Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, pertumbuhan jumlah minimarket di Kukar telah memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. “Toko modern dan swalayan tidak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari warga, tetapi juga menciptakan peluang pekerjaan di sana,” ungkapnya di Kantor Disperindag Kukar pada Senin (5/2/2024). Dari sisi sosial, pertumbuhan minimarket di Kukar juga memiliki dampak positif. Pasalnya, minimarket atau toko swalayan menjadi tempat berkumpul warga

Adi Darmawan Bagikan Kiat Sukses dalam Membangun Usaha

BAINDONESIA.CO – Seseorang yang hendak terjun ke dunia usaha mesti mempertimbangkan berbagai tantangan dan peluang sebelum memulai usaha. Pengusaha sukses asal Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Adi Darmawan menjelaskan beberapa pertimbangan yang mesti dipikirkan oleh calon pengusaha. “Sebelum kita terjun ke dunia usaha, kita harus bisa melihat apakah itu habits (kebiasaan) orang di daerah kita atau bukan. Lebih dipikirkan arah jangka panjangnya kecuali memang mau membuat usaha dalam jangka pendek,” sarannya, Jumat (2/2/2024). Sebuah usaha tak bertahan lama karena sejumlah faktor, menurut Adi, salah satunya usaha yang hanya menyediakan makanan ataupun minuman yang dikonsumsi secara musiman, kekinian, dan bermodal viral. “Kalau

Ekonomi Mikro

Mahasiswa KKN-T Universitas Cordova Gandeng UMKM Kalimantong Olah Ampas Tahu Jadi Kerupuk Kupasta

BAINDONESIA.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Cordova yang bertugas di Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, memperkenalkan inovasi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah ampas tahu menjadi produk makanan ringan bernilai jual tinggi bernama Kupasta (Kerupuk Ampas Tahu). Inovasi ini diwujudkan melalui kegiatan diseminasi dan pelatihan pembuatan kerupuk dari ampas tahu yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Kalimantong. Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan sekaligus menambah peluang penghasilan bagi masyarakat desa. Dosen Pendamping Lapangan KKN-T Kalimantong Fatahullah menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mengedukasi warga tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi dari sisa hasil produksi tahu. “Kupasta menjadi contoh nyata bagaimana limbah bisa kita olah menjadi produk yang memiliki daya saing. Ini adalah bentuk edukasi ekonomi sirkular yang aplikatif dan bermanfaat langsung,” ujarnya dalam rilis yang diterima media ini pada Senin (21/7/2025). Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut. Sri Wahyuni, salah satu pelaku UMKM lokal, mengaku terkejut sekaligus terinspirasi dengan potensi ampas tahu yang selama ini dianggap tidak berguna. “Awalnya kami tidak menyangka ampas tahu bisa dijadikan kerupuk. Rasanya enak dan punya peluang jual yang bagus. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah membawa ide luar biasa ini ke desa kami,” ucapnya. Kepala Desa Kalimantong Ayubar turut memberikan apresiasi terhadap sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan mahasiswa KKN-T ini membawa angin segar bagi pemberdayaan ekonomi desa. “Kegiatan ini memberi warna baru bagi pemberdayaan ekonomi di desa. Ini yang kami harapkan dari kehadiran mahasiswa KKN, membawa perubahan nyata meski dimulai dari skala kecil,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator KKN-T Desa Kalimantong Siswi Wani Wati menegaskan bahwa Kupasta bukan hanya produk konsumsi semata, tetapi juga media pembelajaran kewirausahaan bagi masyarakat desa, terutama ibu-ibu UMKM. “Kami ingin agar ibu-ibu UMKM bisa mandiri dalam memproduksi dan memasarkan Kupasta setelah program ini berakhir,” tutur Siswi. Kupasta kini menjadi salah satu produk olahan lokal unggulan yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga di Kalimantong. Mahasiswa KKN-T Universitas Cordova berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dalam proses produksi dan promosi, dengan harapan produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional. (*) Editor: Ufqil Mubin

BANNER IKLAN

BANNER IKLAN

Terpopuler

Terpopuler

BANNER IKLAN

BANNER IKLAN