Opini

.

Ketidakpercayaan Publik Eropa terhadap AS, Ke Mana Arah Hubungan Trans-Atlantik?

Oleh: Amirhossein Moqimi* Hasil survei terbaru YouGov EuroTrack yang dilakukan pada pertengahan Januari 2026 di enam negara penting Eropa—Inggris, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol—menunjukkan bahwa opini publik terhadap Amerika Serikat (AS) berada pada level terendah dalam satu dekade terakhir. Gelombang ketidakpercayaan terhadap peran Washington dalam politik internasional kini lebih kuat dari sebelumnya. Berdasarkan survei tersebut, Denmark mencatat penurunan kepercayaan paling tajam. Sekitar 84 persen responden di negara itu memiliki pandangan negatif terhadap AS—naik lebih dari 14 poin persentase dibanding survei sebelumnya pada November 2025. Denmark juga memiliki persentase terendah warga yang menganggap Amerika sebagai sahabat atau sekutu. Hanya 26

Apa Rencana Amerika untuk Georgia?

Oleh: Ehsan Movahedian* Di samping menjalankan apa yang disebut sebagai “jalur Trump” di selatan Armenia serta mendukung penyelesaian koridor yang disebut “Zangezur” di wilayah Azerbaijan, Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan melaksanakan rencana untuk melemahkan Rusia di Georgia pada masa mendatang. Memperkuat hubungan dengan Georgia untuk menghadapi poros Rusia–Tiongkok sangat menguntungkan bagi AS. Walaupun pejabat Georgia menegaskan kebijakan luar negeri yang mandiri, Washington tetap membutuhkan kehadiran di negara itu untuk menyempurnakan proyek pengaruhnya di kawasan Kaukasus Selatan. Ada kemungkinan Donald Trump akan berupaya menghidupkan kembali proyek pengembangan kompleks Pelabuhan Anaklia di Laut Hitam, sebagai bagian dari upaya menguasai jalur perdagangan dan

Panggilan Revolusi Kesadaran: Mengurai Dimensi Sosial Puasa  dalam Pemikiran Ali Syariati

Oleh: Ismail Amin* Dalam lembaran-lembaran transkrip pemikiran Ali Syariati, puasa bukan sekadar ritual tubuh yang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah panggilan revolusi bagi kesadaran. Dalam kacamata pemikir asal Iran ini, puasa adalah laku spiritual yang menyimpan letupan sosial. Sebuah momentum untuk melampaui keterasingan individu menuju empati yang membumi. Syariati, dalam narasi filsafat sosialnya, menjelaskan bahwa puasa tak semata-mata urusan hubungan vertikal dengan Tuhan. Di balik ritme lapar dan haus, tersembunyi makna yang lebih tajam, yaitu pengalaman kolektif yang mempertemukan manusia pada nasib yang sama. Ketika seseorang menahan lapar, ia sedang melatih rasa kekurangan yang kerap menjadi keseharian kaum tertindas.

Boneka Amerika untuk Menjalankan Proyek-Proyek Regional

Oleh: Muhammad Mahdi Rahimi* Pada peringatan Operasi Banjir Al-Aqsa, 7 Oktober 2024, Abu Ubaida, juru bicara Brigade Qassam, menyampaikan poin menarik dalam pesan videonya kepada masyarakat dunia: “Setelah musuh mencapai tahap akhir dalam merencanakan serangan besar terhadap Perlawanan di Gaza, kami melancarkan pukulan pendahuluan terhadap mereka.” Penilaian kelompok Perlawanan di Gaza ini sangat sejalan dengan rencana komprehensif Amerika Serikat untuk kawasan Asia Barat. Sebuah rencana yang dijelaskan oleh Imam Khamenei dalam pidatonya pada 4 Oktober 2024 sebagai berikut: “Ketekunan AS dan sekutunya dalam menjamin keamanan rezim perampas hanyalah kedok untuk kebijakan mematikan mereka—yakni mengubah rezim [Zionis] menjadi alat untuk menguasai

BANNER IKLAN

BANNER IKLAN

Layar Tancap

Oleh: Dr. Muhsin Labib* Mungkinkah seseorang membantu orang lain tanpa pamrih tidak demi dan karena keyakinan spiritual atau keagamaan? Cukupkah kemanusiaan menjadi alasan seseorang untuk

Anak dan Kepentingan Politik

Oleh: Dr. Muhsin Labib* Sekadar menyayangi anak bukanlah sebuah prestasi bagi ibu dan ayah. Yang menjadi prestasi insani adalah mendidiknya dan memandunya kepada nilai-nilai luhut

Ideologi Jurnalis

Oleh: Ufqil Mubin* Jurnalis telah memainkan peran penting dalam proses perubahan sosial-politik di berbagai belahan dunia. Ia tidak hanya bertugas sebagai pembawa informasi laksana tukang

Tanggung Jawab

Oleh: Ahmad Fauzi* Sering kali kita bertindak seenaknya tanpa memperdulikan orang lain yang berada di sekeliling kita. Ada yang meminta hak namun tidak menjalankan kewajiban.

Media Sosial dan Algoritma Kebencian

Oleh: Dr. Muhsin Labib* Bila diperhatikan, terlihat sebuah pola tetap di balik konten yang menayangkan perkelahian, pertengkaran, pengeroyokan, tawuran, penganiayaan juga sesumbar atau tantangan yang

Terpopuler

BANNER IKLAN

BANNER IKLAN

Berita
Lainnya

Berita
Lainnya